Proses pengelolaan perubahan harus mencakup
dua gagasan dasar untuk mencapai efektifitas organisasi. Pertama ada retribusi
kekuasaan dalam struktur organisasi, kedua retribusi ini dihasilkan dari proses
perubahan yang bersifat pengembangan.
Tahap-tahap Proses Perubahan :
1. Tekanan
dan desakan
Proses ini dimulai ketika manajemen puncak
mulai merasa adanya kebutuhan atau tekanan akan perubahan. Misalnya adanya
perubahan penjualan, penurunan produktivitas dan sebagainya.
2. Intervensi
dan Reorientasi
Digunakan untuk merumuskan masalah dan
dimulai proses dengan membuat para anggota organisasi memusatkan perhatiannya
pada masalah tersebut. Pihak-pihak luar sering digunakan, juga staff internal
yang mempunyai dan dipandang ahli serta dapat dipercaya sebagai konsultan atau
pengantar perubahan.
3. Diagnosa
dan pengenalan masalah
Informasi dikumpulkan dan dianalisa mana yang
penting dan tidak penting.
4. Penemuan
dan pengenalan masalah
Pengantar perubahan mencoba menyelesaikan
masalah-masalah yang diketemukan dan masuk akal dengan menghindari
“metode-metode lama yang sama”. Bawahan didorong dan diajak untuk
berpartisipasi, sehingga mereka lebih terikat pada serangkaian kegiatan.
5. Percobaan
dan hasil
Pada tahap keempat diuji dalam program-program
yang berskala kecil dan hasilnya dianalisa.
6. Pungutan
dan penerimaan
Setelah diuji dan sesuai dengan keinginan,
harus diterima secara sukarela dan harus menjadi sumber penguatan dan
menimbulkan keterikatan pada perubahan.
http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47682796982/perubahan-dan-pengembangan-organisasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar